TEROR TERHADAP PENYIDIK KPK

Selain terhadap Novel Baswedan, teror terhadap penyidik KPK juga menimpa Surya Tarmiani.
Teror terhadap Surya terjadi 4 April lalu dalam bentuk perampasan laptop berisi catatan keuangan perusahaan narapidana Basuki Hariman. Namun kabar tindak kejahatan ini baru terkuak belakangan.
Surya melaporkan kejahatan ini kepada Kepolisian Sektor Metro Setiabudi. Hingga kemarin, polisi menyatakan sedang menyidik kasus ini. Kepala Kepolisian Sektor Metro Setiabudi, Ajun Komisaris Besar Rachmat Sumekar, menyatakan belum menemukan pelakunya. “Sampai saat ini belum ada yang kami curigai,” kata Rachmat kepada Tempo, kemarin.

Teror terhadap Surya bermula ketika ia hendak pulang ke tempat kosnya di Jalan Setiabudi Timur, Jakarta, dari tugas memeriksa pakar linguistik di Yogyakarta. Dari Bandara Soekarno-Hatta, Surya menuju kos dengan menumpang taksi.
Malam itu, jarum jam menunjuk pukul 23.30. Di pertigaan jalan dekat tempat kosnya, Surya meminta taksi berhenti karena jalan telah tertutup portal. Begitu taksi berhenti, Surya meminta sopir mengeluarkan barang-barang dari bagasi.
Baru saja bagasi terbuka, seorang pria memakai jaket gelap langsung menyambar tas ransel milik Surya yang berada di bagasi. Setelah itu, pelaku lari menuju salah satu sudut jalan. Tiga sepeda motor dalam kondisi mesin hidup telah menunggu. Dua sepeda motor telah ditunggangi masing-masing dua orang. Satu sepeda motor lagi, boncengannya masih kosong dan langsung ditumpangi penyambar tas itu. “Kejadiannya malam, dia baru lapor pagi. Kalau langsung lapor, mungkin masih bisa dikejar,” kata Rachmat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *