Tak hanya Danau Singkarak

Tak hanya Danau Singkarak, rute lain yang dilewati peserta Tour de Singkarak pun tak kalah indah. Di etape keenam, misalnya, saat peserta lomba
mengambil start di Jam Gadang, Kota Bukittinggi. Para pembalap dari mancanegara dibuat kagum dengan bangunan tua berbentuk jam besar,
yang sudah berdiri sejak zaman kolonial Belanda. Warga setempat percaya, jam besar atau gadang ini dibangun tanpa menggunakan penyangga

Bukan hanya indah, Danau Singkarak pun memiliki keunikan yang tak dimiliki danau-danau lain di lndonesia, yaitu ikan bilih. lkan yang rasanya
gurih, jika digoreng kering, ini hanya bisa hidup di Danau Singkarak dan tak bisa bertahan hidup di daerah lain” Karena itu, tak lengkap rasanya
jika tak membawa oleh-oleh ikan bilih kering setelah mengitari Danau Singkarak
nan memikat.

Sesuai dengan namanya, Danau Singkarak menjadi salah satu destinasi yang dilalui para pembalap yang
mengikuti lomba. Membentang di antara dua kabupaten, yakni Solok dan Tanah Datar, danau terluas kedua di Pulau Sumatera setelah Danau Toba
ini memberi suasana tenang bagi tiap orang yang melewatinya. Soal keindahan danau, tak usah ditanya lagi. Sejauh mata memandang, elok alam
terpampang di danau yang luasnya mencapai 1.000 hektare ini.

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *