PASANGAN KORBAN PERSEKUSI MENIKAH

Pasangan R dan MA yang menjadi korban persekusi Cikupa, hari ini, Selasa, 21 November 2017, melangsungkan pernikahan di Tigaraksa, Kabupaten Tangerang. Salah satu saksi nikahnya adalah Lurah Kaduagung, Sulaeman. “Betul, akad nikah baru saja usai,” kata Sulaeman kepada Tempo melalui telepon.
Menurut Sulaeman, pernikahan itu berlangsung di rumah orang tua R di Tigaraksa. Mempelai pria mengenakan kemeja putih berpeci hitam. Sedangkan mempelai perempuan mengenakan jilbab biru dan gaun panjang biru laut bercorak bunga dan daun. Pernikahan ini dihadiri keluarga dan kerabat R serta disaksikan aparat pemerintahan setempat. “Sekarang nikah secara agama dulu, nanti  diurus secara negara,” kata Sulaeman.

Baca: Dua Sejoli Diarak Bugil, Ketua RT Ngompori Warga Buat Video

Kepala Satuan Reserse Kriminal Polresta Tangerang Komisaris Wiwin Setiawan juga membenarkan pernikahan R dan MA itu. Menurut dia, pernikahan siri ini untuk meresmikan hubungan R dan MA secara agama. Polisi sudah mendaftarkan nama mereka untuk mengikuti pernikahan massal pada 8 Desember mendatang.

M dan RA menjadi korban persekusi Cikupa pada 11 November lalu.  Saat itu R sedang mengunjungi MA yang berada di rumah kontrakannya. Tiba-tiba sekelompok pria datang dan menuduh mereka berbuat mesum. Pasangan itu ditelanjangi dan diarak bugil keliling kampung. R berkali-kali menerima pukulan. Beberapa orang merekam adegan itu dan menyebarkannya lewat internet.
Lima orang pelaku persekusi saat ini sudah ditahan oleh Kepolisian Resor Kota Tangerang.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *