Para penonton benar-benar senang dan gembira

Dibumbui banyolan, tarian ini memungkinkan sebagian penonton yang tak paham inti cerita tertawa. Namun, namanya juga kehidupan, yang buruk dan baik bisa jadi muncul bersamaan, juga yang serius dan penuh canda pun sama-sama berdampingan. Di akhir acara, sejumlah penonton berburu foto bersama para pemain di atas panggung.
Berfoto menjadi akhir yang menyenangkan bagi semua pihak. Para penonton benar-benar senang bisa berdampingan dengan penari, Rangda, Dewa Siwa, dan Sahadewa. Senyum melebar terlihat dalam setiap jepretan. Tentu saja, Barong paling banyak didekati, mulutnya beradu karena terus digerakkan. Lewat lubang itulah para penonton bisa memberi donasi khusus buat para pemain Saya pun mengintip di bagian dalam Barong. Ada dua orang yang terlihat bertubuh tergolong kurus. Keduanya disebut juru saluk atau juru bapang. Masing-masing memiliki tugas, di depan untuk menggerakkan bagian kepala, sedangkan satu lagi menggoyangkan bagian belakang. Topeng yang biasa dipertontonkan untuk pertunjukan Tari Barong dan Keris merupakan perpaduan wujud dari singa, macan, sapi, dan naga yang dikenal sebagai jenis Barong Ket.
Badan Barong Ket terlihat mewah karena dihiasi dengan kulit dan ratusan kaca cermin berukuran kecil. Bulu-bulu yang menutup tubuhnya terbuat dari sejenis tanaman pandan dan injuk. Sesungguhnya, seperti dituturkan salah seorang petugas, Tari Barong merupakan salah satu tari sakral bila dipertunjukkan di pura. Dalam berbagai prosesnya, termasuk pembuatan topeng dan pemilihan pemain, harus dilakukan sejumlah upacara. “Pemainnya benar-benar terpilih, harus melakukan upacara terlebih dahulu dan menunggu yang ‘membisiki’,” papar Ketut.
Demikian juga dalam pembuatan topengnya, harus diambil dari pohon-pohon khusus, yang biasanya ditemukan di permakaman atau pura. “Pohon tersebut memiliki bagian yang cembung,” ia menambahkan. Kayu untuk membuat topeng pun terlebih dulu dibuat upacara, sehingga dari upacara sampai pembuatan selesai bisa memakan waktu hingga empat bulan. Setelah proses panjang tersebut baru bisa dibawakan. Khusus di area pertunjukan untuk para turis, biasanya digelar setiap pagi dengan durasi sekitar 60 menit

Leave a comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *