Mencari para pengikut Dewa Kunthi

Tak lama pemukul gendang menunjukkan aksi, diikuti para pemain gamelan semar pegulingan dengan memunculkan suara nang ning nong neng. Para penonton pun langsung terdiam. Dalam gending pembukaan, penari Barong muncul. Kaki bergerak disusul gerakan lain, termasuk bagian pinggul. Tak lama sang kera pun datang, melucu dan menggoda hingga para penonton pun terbahak hingga tiga penyerang datang.
Panggung pun berganti pemain, ada dua penari berlenggok. Inilah babak pertama. Keduanya adalah pengikut Rangda yang tengah mencari para pengikut Dewa Kunthi. Tari Barong memang menggambarkan pertarungan antara kebaikan dan kejahatan. Rangda-lah dalam panggung ini yang menjadi bagian dari sisi buruk. Dicuplik dari kisah Mahabharata, rangkaian Tari Barong menunjukkan kondisi yang ada dalam kehidupan, selalu ada sisi baik dan buruk. Keduanya bertarung, dan tak ada yang menang. Memunculkan tokoh-tokoh tak hanya Barong dan Rangda, tapi juga Dewi Kunti dan anaknya Sahadewa, kemudian Dewa Siwa, serta Kalika, salah satu pengikut Rangda. Di akhir pertunjukan digelar Tari Keris yang dibawakan sejumlah pria.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *