Hakim Kusno Pimpin Praperadilan Kedua

Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan Aroziduhu Waruwu menunjuk Kusno sebagai hakim tunggal yang menangani gugatan praperadilan atas penetapan kembali status tersangka Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto. “Sidang akan dimulai 30 November,” kata juru bicara PN Jakarta Selatan, I Made Sutrisna, akhir pekan lalu.

Kusno merupakan Wakil Ketua Pengadilan Negeri Jakarta Selatan. Ia telah berkarier 26 tahun sebagai hakim. Sebelum menduduki jabatannya kini, ia menjadi Ketua Pengadilan Negeri Pontianak. Kusno pernah menolak gugatan praperadilan yang diajukan Direktur Utama PT Diratama Jaya Mandiri, Irfan Kurnia Saleh, tersangka kasus korupsi pengadaan helikopter AW 101.
Setya Novanto meneken surat pengajuan permohonan praperadilan ke PN Jakarta Selatan, sebelum melarikan diri dari upaya penangkapan KPK pada Rabu malam pekan lalu. Dia menunjuk tim kuasa hukum yang dipimpin Hasanah Mulia dan menyebutkan surat penetapan tersangka yang dibacakan Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pada 10 November lalu tidak sah.

Kuasa hukum Setya, Fredrich Yunadi, mengingatkan KPK agar cermat membaca putusan hakim Cepi Iskandar dalam sidang praperadilan sebelumnya. Menurut dia, salah satu poin dari putusan praperadilan itu menyatakan memerintahkan KPK untuk menghentikan seluruh penyidikan terhadap Setya. “Saya ingatkan KPK agar tak main-main dengan hukum,” kata Fredrich. Tempo mengecek putusan hakim Cepi dan tidak menemukan klaim yang disebutkan Fredrich.

Juru bicara KPK, Febri Diansyah, menyatakan lembaganya telah berhati-hati dalam menetapkan tersangka untuk kedua kalinya terhadap Setya. Menurut Febri, penyidik KPK memiliki bukti kuat dugaan keterlibatan dan aliran uang di sekitar Setya. “Semua semakin jelas. Bukti kami semakin kuat,” kata Febri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *