FAMILY BUSINESS SIAPA?

Komisi Pemberantasan Korupsi tengah berfokus untuk menggali keterangan keluarga Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Setya Novanto mengenai aliran dana kasus dugaan korupsi dalam proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP. ◆
Hal ini menjadi dasar KPK dalam mengeluarkan permohonan pencegahan terhadap istri Ketua Umum Partai Golkar itu, Deisti Astriani Tagor, ke Direktorat Jenderal Imigrasi, sejak 21 November lalu.

“Untuk sementara penyidik merasa butuh kepastian dia (Deisti) ada di Indonesia saat dibutuhkan pemeriksaan. Dia diduga mengetahui tentang kepemimpinan perusahaan di proyek e-KTP,” kata juru bicara KPK, Febri Diansyah, kemarin.

Nama Deisti memang mulai muncul dalam pengembangan kasus korupsi pada proyek senilai Rp 5,9 triliun di Kementerian Dalam Negeri tersebut. Deisti beberapa kali masuk dalam daftar saksi di kantor KPK. Terakhir, dia memenuhi panggilan penyidik KPK sebagai saksi tersangka dan mantan Direktur Utama PT Quadra Solution, Anang Sugiana Sudhiharjo.

Deisti dan anak Setya, Reza Herwindo, tercatat menjadi pemegang 80 persen saham PT Mondialindo Graha Pradana. Perusahaan ini tercatat memiliki mayoritas saham PT Murakabi Sejahtera, salah satu peserta tender proyek e-KTP. Selain Deisti, kerabat Setya yang juga dicegah ke luar negeri adalah keponakan dan mantan Direktur PT Murakabi, Irvanto Heru Pambudi, 25 Juli lalu. “Yang lain (anak Setya, Reza Herwindo, dan Dwina Michaella) masih sebagai saksi. Belum dinilai perlu pencegahan,” ujar Febri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *