DUA SURAT SETYA

Dua pucuk surat yang diduga ditulis Ketua Umum Partai Golkar Setya Novanto viral di media sosial. Satu surat ditujukan untuk DPP Golkar dan satu lainnya dikirimkan untuk pimpinan DPR

Dalam surat tersebut ia meminta DPP Golkar dan pimpinan DPR tidak membahas tentang pemberhentian dirinya baik sebagai ketua umum Golkar ataupun Ketua DPR.

Surat Setya Novanto tersebut ditulis dengan tulisan tangan dan tanpa kop surat. Surat tertanggal 21 November 2017 ini hanya dilengkapi dengan tanda tangan Setya Novanto di atas materai Rp 6.000.

Sementara itu sesuai dengan suasana kebatinan Setya Novanto, rapat pleno DPP Partai Golkar memutuskan menerima Sekretaris Jenderal, Idrus Marham, sebagai pelaksana tugas ketua umum. Nasib Setya Novanto sebagai ketua umum dan ketua Dewan Perwakilan Rakyat menunggu hasil dari sidang praperadilan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *