Category Archives: Hiburan

Renungan Hidup Buat Seorang Anak

Buat kalian yang masih punya orang tua…
Tengoklah mereka….
Bahagiakan mereka….

Aku seorang pensiunan pegawai Kantor Walikota. Usiaku sudah 63 tahun dan sekarang duduk di kursi roda karena suatu penyakit. Suamiku meninggal sewaktu aku memasuki masa pensiun. Anak2 kami ada 4 orang, semuanya berprestasi kecuali si bungsu kami. Dia, yang bungsu, menderita kelainan, wajahnya tidak sempurna dan kelakuannya tidak sesuai dengan umurnya. Tapi hatinya baik dan suka menolong. Ketiga anakku yang lain adalah sarjana ITB, 2 orang mendapat bea siswa ke Amerika dan Jerman dan sekarang ketiga2nya sudah punya perusahaan sendiri yang maju, dan hidup sangat berkecukupan.

Setelah suamiku meninggal aku tinggal berdua saja dengan si bungsu. Pagi2 dia mengangkatku ke kamar mandi, setelah itu mengangkatku lagi ke kursi roda. Dia membantuku berpakaian. Dia juga rajin memasak makanan kesukaanku. Tiap pagi dia membawa ku dengan kursi rodaku keliling kompleks perumahan untuk menikmati matahari.

Dalam hidupku yg sepi ini aku sering menangis kalau memandang wajah si bungsuku. Bukan karena dia cacat, tapi karena kami selama ini telah menyia2kan nya, menyisihkannya dari anak2ku yg lain. Aku tidak bisa melupakan bagaimana kami tidak pernah mengajaknya liburan bersama kakak2nya, tidak pernah mengikutkannya dalam acara keluarga atau kumpul2 dgn teman dan kerabat. Bahkan dalam foto keluargapun kami tidak mengikut sertakannya. Kami seakan hanya punya 3 anak. Aku juga tidak pernah lupa bagaimana bangganya kami dgn prestasi kakak2nya sejak mereka masuk sekolah TK sampai selesai kuliah. Semua orang kagum dan memuji mereka dan salut dengan cara kami mendidik mereka.

Waktu berlalu, sejak anak2ku berkeluarga, mereka kelihatan sangat sibuk. Mereka jarang menelepon, pulang kerumah waktu liburanpun sekali2 saja. Lebaran tahun lalu si sulung pulang sekeluarga. Tapi aku heran dan sedih mereka tidak mau menginap di rumah kami, rumah tempat dia dibesarkan. Mereka lebih memilih di hotel. Setelah sholat led aku dan si bungsu sudah siap menunggu mereka dengan hidangan rawon dan empal daging kesukaan anakku. Sampai siang mereka belum muncul, kemudian berangsur sore mereka belum juga datang. Aku sudah berusaha beberapa kali menelepon, tetapi teleponnya tidak diangkat. Setelah jam 20.00 malam, si sulungku yg ku tunggu2 datang juga. Tapi tanpa anak2 dan istrinya. Katanya ringan, “mereka capek seharian pergi mutar2 kota, dan sekarang mau tidur”. Waktu kukatakan kalau rawon dan empal sudah disediakan, dia menjawab, “sudah makan ma, kenyang”. Kemudian dia berbalik dan kembali ke hotel. Aku duduk terhenyak. Kenapa semuanya berobah begini? Dia kebanggaanku dari dulu kenapa sekarang jauh berbeda? Ya Allah, aku menangis ter-sedu2. Si bungsuku berlutut di depanku sambil memegangi tanganku dan berkata: “Ma, jangan nangis, nanti mama sakit. Empalnya kita aja yg makan. Aku suka kok, mama juga suka kan?”.. Dia memelukku sembari menghapus air mataku… Kami berpelukan erat.

Ampuni hamba ya Allah, telah menyia-nyiakan karunia terindahMu yg berhati emas ini. Ampuni hamba telah pilih kasih kepada titipanMu. Ampuni hamba telah me-nyia2kan kepercayaanMu yg telah menitipkan dia yg tidak sempurna ini. Ampuni hamba telah menganggapnya tidak ada. Ampuni hamba telah merasa malu menerima titipanMu ini ya Allah. Ampuni hamba telah sombong membangga2kan kakak2nya. Ya Allah, hamba orang yg hina. Ampuni hamba ya Allah…
Masyaa Allah…_ Kisah Ini Sangat Mengharukan… dan Membuat Kita Semakin Tersadar Bahwa Kadang Allah Memberikan Sesuatu Yg Menurut kita bukan yg terbaik… Namun Allah nempunyai satu rencana indah… Ternyata… ituLah KARUNIA INDAH yg terbaik untuk kita… dan membuat kita bahagia…. 👍🌹

_Semoga bermanfaat dan sbg muhassabah diri kita atas semua pemberian Allah dg selalu bersyukur KpdNya….
Selamat Berhijrah dan semoga kita terus bermanfaat bagi orang banyak. Aamiin…

Traveler sepeda asal Indonesia tewas di Nepal. Ini cerita sahabatnya, Riswan

Waktu itu gue ke rumah lu sengaja buat ngelepas rindu, begitulah rindu seorang teman dekat. Dan gue liat lu sedang sibuk mengemas barang yang cukup banyak, dan lu juga terlihat sibuk dengan sepeda kesayangan lu.

Sambil duduk dan lu bilang “wan, gue mau berangkat“. Berangkat kemana? Jawab gue dengan nada yg lu tau. “sepedahan ke Nepal” jawab lu sambil senyum.

Dengan semangat lu jelasin ke gue kalau lu udah rencanain ini sekitar 3 tahun lalu, dan lu udah siapin tabungan 3 tahun buat bekal nanti. Gue masih inget seberapa antusias lu jelasin rute perjalanan, istirahat dan nginep lu nanti ke gue sambil liatin peta.

Saat itu gue cuma nanya satu hal? “apa yang lu cari?“. Sambil senyum lu jawab, terakhir kalinya kayak gini karena nanti kan mesti berkeluarga. ; Nggak bisa gue tulis semangat lu mengejar mimpi ke Nepal.
Ada satu hal yang bikin gue ga enak hati, kenapa ketika temen deket lu datang ke rumah lu, tiba-tiba lu malah kayak sengaja pergi keluar? Dan nggak ngajak gue? Kayaknya lu nggak mau lama-lama ngobrol panjang bareng gue. Dan gue pulang dengan pertanyaan, apa gue punya salah ke elu? Kok lu beda. Sepenjang jalan pulang gue ngerasa nggak enak takut banyak salah sama lu. “apa itu isyarat dari-Nya?” Hari ini gue ngerasa bersalah banget karena baru buka FB, ternyata ada pesan dari KBRI New Delhi yang mau ngasih informasi tentang lu. Gue panik dan langsung kirim pesan ke elu. “Fal lu baik2 aja kan? Ada staff dari New Delhi hubungi gue”. Perasaan langsung sedih pas gue tau informasi apa yang dikasih staff KBRI itu.

Fal, baru kemaren lu live di FB, baru kemaren gue ledekin lu jadi kurusan. Baru kemaren kita karokean bareng, baru kemaren kita hunting foto, baru kemaren foto di kota tua, baru kemaren kita kerja praktek, baru kemaren kita buat video, baru kemaren kita ribut, baru kemaren.. Fal.. Gue udah janji pas lu pulang Januari 2018 ke Indonesia gue bakal bikin video interview lu selama sepedahan ke Nepal. Gue udah janji.

Fal yang tenang disana. InsyaAllah gue selalu berdoa buat lu.

Renungan Pagi

RENUNGAN…

📗🌴📗🌴📗🌴📗🌴📗🌴📗

Musyaffa’ ad Dariny, حفظه الله تعالى
Aku melihat hidup orang lain begitu nikmat,
Ternyata ia hanya menutupi kekurangannya tanpa berkeluh kesah..

Aku melihat hidup teman-temanku tak ada duka dan kepedihan,
Ternyata ia hanya pandai menutupi dengan mensyukuri..

Aku melihat hidup saudaraku tenang tanpa ujian,
Ternyata ia begitu menikmati badai hujan dalam kehidupannya..

Aku melihat hidup sahabatku begitu sempurna,
Ternyata ia hanya berbahagia menjadi apa adanya..

Aku melihat hidup tetanggaku beruntung,
Ternyata ia selalu tunduk pada Allah untuk bergantung..

Setiap hari aku belajar memahami dan mengamati setiap hidup orang yang aku temui..
Ternyata aku yang kurang mensyukuri nikmatMu..
Bahwa di belahan dunia lain masih ada yang belum seberuntung yang aku miliki saat ini….

Dan satu hal yang aku ketahui, bahwa Allahu Rabbi tak pernah mengurangi ketetapanNya.
Hanya aku lah yang masih saja mengkufuri nikmat suratan Ilahi…

Maka aku merasa tidak perlu iri hati dengan rezeki orang lain..

Mungkin aku tak tahu dimana rezekiku.. Tapi rezekiku tahu dimana diriku..

Dari lautan biru, bumi dan gunung, Allah Ta’ala telah memerintahkannya menuju kepadaku…

Allah Ta’ala menjamin rezekiku, sejak 4 bulan 10 hari aku dalam kandungan ibuku..

Amatlah keliru bila bertawakkal rezeki dimaknai dari hasil bekerja..
Karena bekerja adalah ibadah, sedang rezeki itu urusan-Nya..

Melalaikan kebenaran demi menghawatirkan apa yang dijamin-Nya, adalah kekeliruan berganda..

Manusia membanting tulang, demi angka simpanan gaji, yang mungkin esok akan ditinggal mati..

Mereka lupa bahwa hakekat rezeki bukan apa yang tertulis dalam angka, tapi apa yang telah dinikmatinya..

Rezeki tak selalu terletak pada pekerjaan kita, Allah menaruh sekehendak-Nya..

Diulang bolak balik 7x shafa dan marwa, tapi zamzam justru muncul dari kaki sang bayi, Ismail ‘alayhissalam
Ikhtiar itu perbuatan.. Rezeki itu kejutan..
Dan yang tidak boleh dilupakan, tiap hakekat rezeki akan ditanya kelak..
“Darimana dan digunakan untuk apa”
Karena rezeki hanyalah “hak pakai”, bukan “hak milik”…

Halalnya saja dihisab..dan haramnya diadzab..!

Maka, aku tidak boleh merasa iri pada rezeki orang lain..

Bila aku iri pada rezeki orang, sudah seharusnya juga iri pada takdir kematiannya…. Astaghfirullah…

#copas

⊃📗🌾📗🌾📗🌾📗🌾📗🌾📗

Kebun Binatang

-Di pintu masuk tertulis:
Tarif tiket : Rp 50.000 per orang;
-Karena beberapa lama tidak ada pengunjung maka harga tiket di turunkan menjadi:
Rp 25.000,- per orang;
-Namun masih tidak tidak ada juga pengunjung yang datang dan akhirnya kembali di turunkan tarif tiketnya menjadi hanya : Rp 10.000,- per orang;
-Dan ternyata tetap tidak ada pengunjung yang mau masuk!…
-Akhirnya di tulislah pengumuman :
“MASUK GRATIS”
-Dan tiba-tib banyak orang ysng berebutan masuk;
-Ketika pengunjung di dalam penuh kemudian sang pawang membuka semua pintu kandang binatang buas seperti
Singa dan harimau lalu macan kemudian serigala serta ular dan sebagainya;
Pengunjung pun sontak pada PANIK!;
-Kemudian pintu keluar di KUNCI;
-Lalu di pintu keluar itu dia tulis :
Keluar Bayar Rp 500.000,-!!!
-Kemudian BANYAK orang berebut membayar;
Inilah ironi kehidupan:
-Ketika ķita di tawarkan HIDUP SEHAT:
~ Makan yang sehat;
~ Tidak merokok;
~ Istirahat yang cukup;
~ Olahraga dan sebagainya demi menjaga kesehatan sebagai upaya pencegahan penyakit banyak orang enggan dan TIDAK MAU;
-Tetapi kalau sudah masuk Rumah Sakit dengan berapapun mahal biayanya PASTI di bayar asal bisa sembuh sekalipun harus jual ASSET dan berHUTANG!;

*Semoga terinspirasi*

Selamat Hari Kesehatan Nasional ke 53;
*Jack Ma* bilang: jika *pisang dan uang* di letakkan di hadapan seekor monyet maka monyet akan *memilih pisang* karena monyet tidak mengerti bahwa uang dapat di gunakan untuk membeli banyak pisang; -Dalam kenyataan hidup jika *uang dan kesehatan* di letakkan di hadapan orang maka acap kali orang akan memilih uang karena terlalu banyak orang yang tidak mengerti bahwa
*-kesehatan dapat berguna mendapatkan lebih banyak uang dan kebahagiaan;*
-TIDAK ADA YANG MAHAL KECUALI HANYA *KESEHATAN YANG PALING MAHAL;*… SEGALA APAPUN DAPAT DITUNDA KECUALI HANYA *KESEHATAN YANG TIDAK DAPAT*…
Semoga semuanya sehat walafiat dan bahagia serta mempunyai sisa umur yg bermanfaat; 🙏🏻🙏🏻🙏🏻…

SETYA MASIH DI JAKARTA

Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah sempat berkomunikasi dengan Ketua DPR Setya Novanto saat penyidik KPK hendak menjemput paksa. “Saya sempat berkomunikasi sebentar dengan Novanto tadi malam, ketika rumah pribadinya digeledah oleh penyidik KPK. Novanto saat itu mengatakan, ada di Jakarta,” kata Fahri Hamzah kepada pers di Gedung DPR Jakarta, Kamis, 16 November 2017.

Namun, Fahri tidak menjelaskan lebih lanjut keberadaan Setya Novanto. Menurut Fahri, Novanto tidak merasa mangkir dengan tidak memenuhi panggilan KPK, karena hanya membalas argumen yang dilakukan pimpinan KPK.

Menurut dia, Setya Novanto saat ini juga sedang mengajukan “judicial review” soal izin pemanggilan pimpinan lembaga negara. “Jadi, kalau Novanto tidak memenuhi panggilan KPK, tidak masalah,” katanya.