Author Archives: boijos

KEMDAGRI : DANA UNTUK PARPOL DKI TERLALU TINGGI

Direktur Jenderal Otonomi Daerah Kementerian Dalam Negeri, Sumarsono, meminta pemerintah DKI Jakarta menurunkan nilai bantuan keuangan untuk partai politik yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) 2018. “Itu menjadi sorotan kami,” kata dia, kemarin.

Anggaran bantuan keuangan untuk partai politik dalam APBD 2018 nilainya Rp 17,7 miliar. Angka itu naik dari alokasi dalam Rancangan APBD yang hanya Rp 1,8 miliar.
Sumarsono menilai peningkatan hampir sepuluh kali lipat itu terlalu tinggi. Di tingkat pemerintah pusat, Surat Kementerian Keuangan Nomor 277 pada akhir Maret lalu mengusulkan kenaikan bantuan keuangan untuk partai politik di Dewan Perwakilan Rakyat dari Rp 108 menjadi Rp 1.000 per suara sah pada APBN 2018. “Kenaikan di Jakarta menjadi Rp 4.000 itu berlebihan,” ujar Sumarsono.

Gubernur Anies belum bersedia menjelaskan pertimbangan untuk menaikkan bantuan keuangan partai itu. Ia juga menolak menanggapi pernyataan Sumarsono yang menyebut kenaikan tersebut terlalu tinggi. Dua kali ditanya, Anies tetap menjawab, “Saya tidak komentar dulu soal itu.” Adapun Wakil Gubernur DKI Jakarta Sandiaga Uno mempersilakan Kementerian mengevaluasi kenaikan tersebut. “Saya serahkan ke Mendagri, silakan saja diputuskan,” kata Sandiaga.

Traveler sepeda asal Indonesia tewas di Nepal. Ini cerita sahabatnya, Riswan

Waktu itu gue ke rumah lu sengaja buat ngelepas rindu, begitulah rindu seorang teman dekat. Dan gue liat lu sedang sibuk mengemas barang yang cukup banyak, dan lu juga terlihat sibuk dengan sepeda kesayangan lu.

Sambil duduk dan lu bilang “wan, gue mau berangkat“. Berangkat kemana? Jawab gue dengan nada yg lu tau. “sepedahan ke Nepal” jawab lu sambil senyum.

Dengan semangat lu jelasin ke gue kalau lu udah rencanain ini sekitar 3 tahun lalu, dan lu udah siapin tabungan 3 tahun buat bekal nanti. Gue masih inget seberapa antusias lu jelasin rute perjalanan, istirahat dan nginep lu nanti ke gue sambil liatin peta.

Saat itu gue cuma nanya satu hal? “apa yang lu cari?“. Sambil senyum lu jawab, terakhir kalinya kayak gini karena nanti kan mesti berkeluarga. ; Nggak bisa gue tulis semangat lu mengejar mimpi ke Nepal.
Ada satu hal yang bikin gue ga enak hati, kenapa ketika temen deket lu datang ke rumah lu, tiba-tiba lu malah kayak sengaja pergi keluar? Dan nggak ngajak gue? Kayaknya lu nggak mau lama-lama ngobrol panjang bareng gue. Dan gue pulang dengan pertanyaan, apa gue punya salah ke elu? Kok lu beda. Sepenjang jalan pulang gue ngerasa nggak enak takut banyak salah sama lu. “apa itu isyarat dari-Nya?” Hari ini gue ngerasa bersalah banget karena baru buka FB, ternyata ada pesan dari KBRI New Delhi yang mau ngasih informasi tentang lu. Gue panik dan langsung kirim pesan ke elu. “Fal lu baik2 aja kan? Ada staff dari New Delhi hubungi gue”. Perasaan langsung sedih pas gue tau informasi apa yang dikasih staff KBRI itu.

Fal, baru kemaren lu live di FB, baru kemaren gue ledekin lu jadi kurusan. Baru kemaren kita karokean bareng, baru kemaren kita hunting foto, baru kemaren foto di kota tua, baru kemaren kita kerja praktek, baru kemaren kita buat video, baru kemaren kita ribut, baru kemaren.. Fal.. Gue udah janji pas lu pulang Januari 2018 ke Indonesia gue bakal bikin video interview lu selama sepedahan ke Nepal. Gue udah janji.

Fal yang tenang disana. InsyaAllah gue selalu berdoa buat lu.

KENALI GEJALA DIFTER

Difteri merupakan penyakit yang sangat menular. Penyakit ini disebabkan kuman Corynebacterium diptheriae.

Berikut ini beberapa gejala difteri yang perlu diwaspadai.
1. Demam yang tidak begitu tinggi, sekitar 38 derajat Celsius.
2. Muncul pseudomembran atau selaput di tenggorokan berwarna putih keabu-abuan yang mudah berdarah jika dilepaskan.
3. Sakit waktu menelan.
4. Kadang-kadang disertai pembesaran kelenjar getah bening leher dan pembengkakan jaringan lunak leher yang disebut bullneck.
5. Ada kalanya disertai dengan sesak napas dan suara mengorok.

(CUKAI) ROKOK UNTUK SEHAT

Pemerintah akan menambal defisit Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan dari dana bagi hasil cukai rokok. Sampai Agustus lalu, total defisit biaya jaminan penyelenggaraan kesehatan mencapai Rp 8,52 triliun.

Defisit dana penyelenggaraan kesehatan disebabkan sebagian peserta tak mampu membayar iuran rutin. Menurut Menteri Keuangan Sri Mulyani, seperti dikutip dari Koran Tempo hari ini, keputusan untuk memanfaatkan cukai rokok merupakan alasan logis karena rokok atau tembakau adalah salah satu sumber penyakit katastropik. “Jadi ini solusi yang dianggap logis sesuai dengan penerimaan negara dari hasil tembakau,” ujarnya.

Para perokok, berbahagialah kalian telah menjadi pahlawan BPJS 😀

Siasat Aneh Setya Novanto

KPK tidak boleh ragu memanggil lagi Ketua DPR Setya Novanto. Komisi harus menjemput paksa jika ia tetap mangkir pada pemanggilan ketiga. Izin dari presiden tidak diperlukan karena pemeriksaan Setya berkaitan dengan kasus korupsi.

Setya Novanto tak memenuhi panggilan KPK pada Senin lalu. Ia sedianya akan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka Anang Sugiana Sudiharjo (Direktur Utama PT Quadra Solution) dalam kasus korupsi proyek kartu tanda penduduk berbasis elektronik (e-KTP). Lewat surat, pejabat Sekretariat Jenderal DPR menjelaskan alasan ketidakhadiran Setya, yakni panggilan KPK tidak disertai izin tertulis dari Presiden Joko Widodo.

Alasan itu amat mengada-ada. Dasar hukum yang menjadi rujukan, yakni putusan Mahkamah Konstitusi pada 2014, tidak relevan karena kasus korupsi termasuk tindak pidana khusus.
Alasan dari pengacara Setya Novanto bahwa ayat yang memuat perkecualian itu otomatis mengikuti ayat yang direvisi MK sungguh tidak masuk akal. Mahkamah jelas tidak mengoreksi sama sekali ketentuan perkecualian itu. Komisi antikorupsi bisa mengabaikan alasan pihak Setya dan tak perlu ragu untuk memanggilnya lagi.