Author Archives: boijos

KPK BERLOMBA DENGAN HARI

Komisi Pemberantasan Korupsi sedang merampungkan berkas dakwaan terhadap Setya Novanto dalam perkara dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP. Ada kemungkinan KPK melimpahkan berkas dakwaan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu, 6 Desember 2017.

Pakar hukum pidana dari Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan, mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi telah menyebutkan bahwa sidang praperadilan harus dihentikan dan gugatan gugur jika dakwaan sudah dibacakan di pengadilan. Menurut dia, hanya sepekan waktu yang dibutuhkan dari pelimpahan berkas dakwaan hingga digelarnya sidang perdana.

Kuasa hukum Setya, Fredrich Yunadi, menyatakan keputusan KPK mempercepat proses dakwaan merupakan cermin ketidaksiapan membuktikan kesalahan kliennya.

Dia juga mempersoalkan sikap KPK yang seolah mengulur sidang praperadilan dengan tak hadir dalam sidang perdana, pekan lalu. “Kalau mau langsung ke pengadilan, silakan saja. Mereka memang berhak. Mari kita buktikan di pengadilan,” kata Fredrich.

KPK BERPACU DENGAN HARI

Komisi Pemberantasan Korupsi sedang merampungkan berkas dakwaan terhadap Setya Novanto dalam perkara dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP. Ada kemungkinan KPK melimpahkan berkas dakwaan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu, 6 Desember 2017.

Pakar hukum pidana dari Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan, mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi telah menyebutkan bahwa sidang praperadilan harus dihentikan dan gugatan gugur jika dakwaan sudah dibacakan di pengadilan. Menurut dia, hanya sepekan waktu yang dibutuhkan dari pelimpahan berkas dakwaan hingga digelarnya sidang perdana.

Kuasa hukum Setya, Fredrich Yunadi, menyatakan keputusan KPK mempercepat proses dakwaan merupakan cermin ketidaksiapan membuktikan kesalahan kliennya.

Dia juga mempersoalkan sikap KPK yang seolah mengulur sidang praperadilan dengan tak hadir dalam sidang perdana, pekan lalu. “Kalau mau langsung ke pengadilan, silakan saja. Mereka memang berhak. Mari kita buktikan di pengadilan,” kata Fredrich.

KPK BERLOMBA DENGAN WAKTU

Komisi Pemberantasan Korupsi sedang merampungkan berkas dakwaan terhadap Setya Novanto dalam perkara dugaan korupsi kartu tanda penduduk berbasis elektronik atau e-KTP. Ada kemungkinan KPK melimpahkan berkas dakwaan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta pada Rabu, 6 Desember 2017.

Pakar hukum pidana dari Universitas Parahyangan, Agustinus Pohan, mengatakan putusan Mahkamah Konstitusi telah menyebutkan bahwa sidang praperadilan harus dihentikan dan gugatan gugur jika dakwaan sudah dibacakan di pengadilan. Menurut dia, hanya sepekan waktu yang dibutuhkan dari pelimpahan berkas dakwaan hingga digelarnya sidang perdana.

Kuasa hukum Setya, Fredrich Yunadi, menyatakan keputusan KPK mempercepat proses dakwaan merupakan cermin ketidaksiapan membuktikan kesalahan kliennya.

Dia juga mempersoalkan sikap KPK yang seolah mengulur sidang praperadilan dengan tak hadir dalam sidang perdana, pekan lalu. “Kalau mau langsung ke pengadilan, silakan saja. Mereka memang berhak. Mari kita buktikan di pengadilan,” kata Fredrich.

Renungan Hidup Buat Seorang Anak

Buat kalian yang masih punya orang tua…
Tengoklah mereka….
Bahagiakan mereka….

Aku seorang pensiunan pegawai Kantor Walikota. Usiaku sudah 63 tahun dan sekarang duduk di kursi roda karena suatu penyakit. Suamiku meninggal sewaktu aku memasuki masa pensiun. Anak2 kami ada 4 orang, semuanya berprestasi kecuali si bungsu kami. Dia, yang bungsu, menderita kelainan, wajahnya tidak sempurna dan kelakuannya tidak sesuai dengan umurnya. Tapi hatinya baik dan suka menolong. Ketiga anakku yang lain adalah sarjana ITB, 2 orang mendapat bea siswa ke Amerika dan Jerman dan sekarang ketiga2nya sudah punya perusahaan sendiri yang maju, dan hidup sangat berkecukupan.

Setelah suamiku meninggal aku tinggal berdua saja dengan si bungsu. Pagi2 dia mengangkatku ke kamar mandi, setelah itu mengangkatku lagi ke kursi roda. Dia membantuku berpakaian. Dia juga rajin memasak makanan kesukaanku. Tiap pagi dia membawa ku dengan kursi rodaku keliling kompleks perumahan untuk menikmati matahari.

Dalam hidupku yg sepi ini aku sering menangis kalau memandang wajah si bungsuku. Bukan karena dia cacat, tapi karena kami selama ini telah menyia2kan nya, menyisihkannya dari anak2ku yg lain. Aku tidak bisa melupakan bagaimana kami tidak pernah mengajaknya liburan bersama kakak2nya, tidak pernah mengikutkannya dalam acara keluarga atau kumpul2 dgn teman dan kerabat. Bahkan dalam foto keluargapun kami tidak mengikut sertakannya. Kami seakan hanya punya 3 anak. Aku juga tidak pernah lupa bagaimana bangganya kami dgn prestasi kakak2nya sejak mereka masuk sekolah TK sampai selesai kuliah. Semua orang kagum dan memuji mereka dan salut dengan cara kami mendidik mereka.

Waktu berlalu, sejak anak2ku berkeluarga, mereka kelihatan sangat sibuk. Mereka jarang menelepon, pulang kerumah waktu liburanpun sekali2 saja. Lebaran tahun lalu si sulung pulang sekeluarga. Tapi aku heran dan sedih mereka tidak mau menginap di rumah kami, rumah tempat dia dibesarkan. Mereka lebih memilih di hotel. Setelah sholat led aku dan si bungsu sudah siap menunggu mereka dengan hidangan rawon dan empal daging kesukaan anakku. Sampai siang mereka belum muncul, kemudian berangsur sore mereka belum juga datang. Aku sudah berusaha beberapa kali menelepon, tetapi teleponnya tidak diangkat. Setelah jam 20.00 malam, si sulungku yg ku tunggu2 datang juga. Tapi tanpa anak2 dan istrinya. Katanya ringan, “mereka capek seharian pergi mutar2 kota, dan sekarang mau tidur”. Waktu kukatakan kalau rawon dan empal sudah disediakan, dia menjawab, “sudah makan ma, kenyang”. Kemudian dia berbalik dan kembali ke hotel. Aku duduk terhenyak. Kenapa semuanya berobah begini? Dia kebanggaanku dari dulu kenapa sekarang jauh berbeda? Ya Allah, aku menangis ter-sedu2. Si bungsuku berlutut di depanku sambil memegangi tanganku dan berkata: “Ma, jangan nangis, nanti mama sakit. Empalnya kita aja yg makan. Aku suka kok, mama juga suka kan?”.. Dia memelukku sembari menghapus air mataku… Kami berpelukan erat.

Ampuni hamba ya Allah, telah menyia-nyiakan karunia terindahMu yg berhati emas ini. Ampuni hamba telah pilih kasih kepada titipanMu. Ampuni hamba telah me-nyia2kan kepercayaanMu yg telah menitipkan dia yg tidak sempurna ini. Ampuni hamba telah menganggapnya tidak ada. Ampuni hamba telah merasa malu menerima titipanMu ini ya Allah. Ampuni hamba telah sombong membangga2kan kakak2nya. Ya Allah, hamba orang yg hina. Ampuni hamba ya Allah…
Masyaa Allah…_ Kisah Ini Sangat Mengharukan… dan Membuat Kita Semakin Tersadar Bahwa Kadang Allah Memberikan Sesuatu Yg Menurut kita bukan yg terbaik… Namun Allah nempunyai satu rencana indah… Ternyata… ituLah KARUNIA INDAH yg terbaik untuk kita… dan membuat kita bahagia…. 👍🌹

_Semoga bermanfaat dan sbg muhassabah diri kita atas semua pemberian Allah dg selalu bersyukur KpdNya….
Selamat Berhijrah dan semoga kita terus bermanfaat bagi orang banyak. Aamiin…

Kerjasama BNI dengan PT. Tempo Inti Media Tbk

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BNI menggandeng PT Tempo Inti Media Tbk untuk memberikan layanan spesial kepada para nasabahnya. Kedua perusahaan tersebut meluncurkan program langganan majalah dan koran digital dengan diskon menarik.

  • Penandatanganan perjanjian kerjasama penyediaan paket langganan majalah dan koran itu dilakukan oleh Direktur Bisnis Konsumer PT Bank Negara Indonesia Anggoro Eko Cahyo dan Direktur Utama PT Tempo Inti Media Tbk Toriq Hadad, Jumat 8 Desember di kantor pusat BNI di Jalan Jenderal Sudirman, Jakarta.
    .
    Dengan program ini, pemilik Kartu Kredit BNI hanya perlu membayar Rp 749.000 untuk berlangganan setahun, padahal harga normalnya adalah Rp 999.000 per tahun. Dengan program ini, pemilik Kartu Kredit BNI dapat memperoleh akses untuk memperoleh Majalah Tempo digital, Koran Tempo digital, edisi Tempo English digital, hingga arsip Tempo yang telah disimpan antara periode 1971 hingga 2017